Ahok Jadi Tersangka, #KamiAhok Mendunia

Semua perhatian terpusat pada kasus penetapan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama.

Pada Rabu (16/11/2016) siang, jejeran Trending Topic (TT) Twitter untuk wilayah Indonesia didominasi tanda pagar dan frasa bernuansa Ahok, mulai dari “Ahok Jadi Tersangka”, #PenjarakanAhok, hingga #KamiAhok.
Twitter
Tagar #KamiAhok terpopuler sedunia.
Di antara semua itu, #KamiAhok menempati urutan TT teratas.

Baca: Ahok Tersangka, #KamiAhok Malah Teratas di Trending Topic Twitter

Lebih kurang lima jam berseliweran di TT Indonesia, #KamiAhok pun kini menjadi bahasan terpopuler di dunia alias world wide, sebagaimana pantauan KompasTekno pada pukul 16.20 WIB.

Tagar #KamiAhok sendiri kebanyakan dimanfaatkan para netizen yang mendukung dan membela Ahok.

“Tetap semangat Pak @basuki_btp, tersangka bukan berarti bersalah #KamiAhok,” begitu salah satu contoh kicauan dengan embel-embel #KamiAhok. Kicauan itu dilontarkan akun Twitter bernama @Ratu_Wi.

Menurut keterangan resmi dari pihak Twitter, dari pukul 06.00 WIB hingga 16.30 WIB, ada lebih dari 210.000 tweet yang terkait dengan penetapan status Ahok sebagai tersangka.

Bak koin dua sisi, penetapan Ahok sebagai tersangka pun tak melulu ditanggapi dengan dukungan dan pembelaan. Banyak juga netizen yang mendukung sang Gubernur itu dipenjara. Rata-rata dukungan itu bisa disimak pada tagar #PenjarakanAhok.

Ahok ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 156 a Kitab Undang-undang Hukum Pidana juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Tagar dan Kata di Twitter Bakal Bisa Disaring

Twitter telah lama menyediakan fitur Mute agar pengguna tak perlu melihat kicauan dari akun-akun tertentu, sekalipun akun yang di-follow. Ini merupakan salah satu upaya pencegahan cyber-bully di layanan mikroblog tersebut.

Nah, fungsi fitur Mute itu bakal dikembangkan lebih jauh. Tak cuma kicauan orang tertentu, pengguna juga bisa menyaring kata, frasa, tanda pagar (tagar), hingga percakapan tertentu, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Rabu (16/11/2016) dari blog resmi Twitter.

Misalnya Anda tak suka tagar tertentu karena kontennnya mayoritas negatif. Cukup setel Mute, lalu kicauan yang mematrikan tagar itu bakal disaring dan tidak muncul di linimasa Anda. Intinya, elemen yang didiamkan tak harus merujuk pada akun.

“Penambahan fungsi Mute akan mereduksi pengalaman pengguna yang menerima penindasan di Twitter. Ini juga membantu memperkuat budaya saling mendukung di Twitter,” begitu tercantum pada blog.

Twitter masih enggan mengungkap waktu pasti merilis upgrade dari fitur Mute tersebut. Layanan berlogo burung cuma mengatakan versi upgrade itu bakal muncul dalam beberapa hari ke depan.

Selain fitur Mute, Twitter juga punya dua fitur lain yang bertujuan memangkas diskriminasi dan cyber-bully. Masing-masing adalah Notification Settings dan Quality Filter.

Notifications Setting memungkinkan pengguna untuk membatasi notifikasi yang masuk. Pengguna tak harus melihat semua mention yang ditujukan, melainkan hanya dari orang-orang yang di-follow.

Sementara itu, Quality Filter bakal menyaring notifikasi yang diterima berdasarkan parameter beragam, misalnya kredibilitas akun dan karakter kicauan akun itu.

Kicauan yang bersifat duplikat atau konten otomatis, akan terhindar dari tab notifikasi pengguna. Jika kicauan yang ditujukan bersifat orisinil dan tak berkaitan dengan cemoohan, pengguna masih tetap bisa melihatnya meski tak mengikuti akun yang bersangkutan.

Nike Bikin Sepatu ala “Back to The Future”, Harganya?

Pernah menonton film sci-fi “Back to The Future II”? Jika sudah, Anda pasti pernah terkagum-kagum dengan sepatu merek Nike yang talinya bisa mengikat dengan sendirinya.

Berangan-angan ingin memiliki sepatu dengan kemampuan serupa? Jika iya, bersiaplah. Pasalnya, Nike dikabarkan akan merilis sepatu dengan kemampuan “masa depan” itu dalam waktu dekat.

Informasi tersebut didapat dari seorang youtuber bernama Jacques Slade. Ia merupakan pecinta sepatu dan mengaku sudah mendapat konfirmasi langsung dari Nike.

Dalam kicauannya di Twitter, Slade membocorkan bahwa sepatu bernama HyperAdapt itu akan mulai dijual 1 Desember mendatang.

Harga dari sepatu itu tidaklah murah. Seorang calon pembeli, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Pocket Lint, Rabu (16/11/2016), diharuskan menyiapkan uang setidaknya 720 dollar AS atau sekitar Rp 9,6 juta.
View image on Twitter
View image on Twitter
Follow
Jacques Slade ✔ @kustoo
Just CONFIRMED with NIKE. Hyperadapt 1.0 is NOT $1000. It is $720 releasing on 12/1.
2:06 AM – 15 Nov 2016
115 115 Retweets 144 144 likes
Meski begitu, desain model sepatu HyperAdapt berbeda dari Nike Mag yang dipakai tokoh Marty McFly dalam film. Namun teknologi tali yang bisa mengikat sendiri seperti di film tetap dihadirkan di HyperAdapt.

Teknologi mengikat sendiri yang ada di HyperAdapt pun tidak melibatkan tali sepatu seperti biasanya. Sepatu akan mengencang sendiri mengikuti ukuran kaki. Pemakai nantinya bisa mengatur tingkat kekencangan sepatu tersebut.

Kamera “Mirrorless” Fujifilm X-A3 Incar Pelancong dan Vlogger

Fujifilm meresmikan kehadiran X-A3 di Indonesia. Produk ini adalah kamera mirrorless teranyar dari Fujifilm yang ditujukan untuk segmen pasar entry level.

Fitur andalannya termasuk sensor APS-C 24 megapiksel, layar sentuh 3 inci yang bisa ditekuk hingga 180 derajat menghadap ke depan, USB charging, serta kemampuan close focus hingga 7 cm dari bagian terdepan lensa (XC 16-50mm F3.5-5.6 OIS II).

Aneka kemampuan tersebut dipercaya bakal menarik hati calon konsumen dari kalangan yang disasar oleh X-A3, yakni para pemula fotografi yang gemar traveling lalu mendokumentasikan perjalanan dan makanan dengan kamera, entah dalam bentuk blog atau vlog.

“Memang, itu adalah salah satu target pengguna kami, karena X-A3 bentuknya lebih ringkas dibandingkan DSLR,” sebut General Manager Sales & Marketing Fujifilm Indonesia, Johanes J. Rampi, saat ditemui KompasTekno di sela acara peluncuran Fujifilm X-A3 di Jakarta, Rabu (16/11/2016).

Johannes mengatakan, X-A3 sengaja dirancang sesuai dengan minat pengguna dimaksud di kawasan Asia Pasifik, khususnya negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia.

Dalam mengembangkan X-A3, menurut Johannes, Fujifilm sengaja meminta pendapat sekitar 500 orang responden dari masing-masing negara di Asia Tenggara, mengenai fitur-fitur apa yang diinginkan di sebuah kamera mirrorless.

Dari sini Fujifilm mengetahui bahwa sebagian besar pengguna mengidamkan fitur-fitur seperti kemudahan untuk selfie, fokus jarak dekat, dan desain retro yang semuanya mewujud dalam bentuk X-A3.

“Itulah kebutuhan di Asia Tenggara. Fitur-fiturnya cocok dengan market di Indonesia,” kata Johannes.

Penyumbang terbesar

X-A3 merupakan model teranyar dari seri mirrorless entry-level X-A besutan Fujffilm. Johannes menuturkan seri X-A memberikan kontribusi terbesar bagi keseluruhan penjualan kamera mirrorless Fujifilm di Indonesia, dengan porsi mencapai 50 persen.

Setelah seri X-A, di segmen tengah Fujifilm memiliki model mirrorless X-E2S dan X-T10, serta X-Pro2 dan X-T2 yang duduk di urutan teratas.

Lebih lanjut, Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, Masatsugu Naito menjelaskan bahwa pasar terbesar untuk mirrorless entry level seri X-A memang berada di kawasan Asia Tenggara.

Menurut dia, pasar-pasar negara maju seperti Amerika Serikat atau Eropa lebih condong ke model-model mirrorless menengah atas. “Konsumen di sana sepertinya lebih suka dengan X-T2 atau X-T10,” katanya.

Fujifilm berniat mulai memasarkan X-A3 di Indonesia pada 25 November mendatang. Banderolnya dipatok di angka Rp 8,8 juta.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan model terdahulu, X-A2, yang masih dijual di harga Rp 8 juta. Namun, Johannes yakin X-A3 akan tetap menarik minat konsumen di Indonesia.

“Kami banyak menerapkan peningkatan dari X-A2 ke X-A3. Bukan cuma desain, tapi juga resolusi serta kenyamanan pakai lebih tinggi yang sebanding dengan harganya. Karena itu kami tak khawatir,” pungkas Johannes.

DJI Resmikan “Drone” Phantom 4 Seri Pro, Harganya?

Vendor drone asal China, DJI, merilis pembaruan untuk lini Phantom 4. Dinamakan Phantom 4 Pro, drone baru tersebut memiliki peningkatan kamera dan baterai, serta mode terbang yang lebih pintar.

Dikutip KompasTekno dari The Verge, Rabu (16/11/2016), kamera Phantom 4 Pro mengusung sensor CMOS 1 inci resolusi 20 megapiksel dan memiliki jangkauan rentang dinamik kecerahan 11,6 stop. Dengan rentang dinamik yang luas, maka sensor bisa membedakan gelap-terang lebih baik.

Kamera Phantom 4 Pro bisa memotret 14 foto per detik dalam mode burst dan merekam video gerak lambat dengan kecepatan 60 fps.

Baca: Drone DJI Terbaru, Matrice 600 Dibanderol Rp 60 Juta

Phantom 4 Pro semakin pintar kala terbang dengan ditanamkannya empat sensor di sisi-sisinya. Menggunakan sensor tersebut, drone bisa terbang dan menghindari halangan dari segala penjuru arah.

Untuk diketahui, drone sebelumnya, DJI Phantom dan DJI Mavic, hanya dibekali dengan sensor di satu sisi. Oleh karena itu, keduanya hanya bisa menghindari halangan dari arah depan saja.

Berkat sensor yang lebih banyak ini, kecepatan puncak drone saat menghindari halangan jadi meningkat, dari 35 km/jam menjadi 50 km/jam.

Perbedaan lainnya, DJI Phantom 4 Pro juga bisa dikendalikan dengan remote yang memiliki layar terintegrasi. Agaknya langkah ini diambil DJI untuk menjawab tantangan GoPro dengan drone Karma bikinannya.

Daya tahan baterai Phantom 4 Pro juga sedikit meningkat dibanding dengan Phantom 4, yakni dari 25 menit menjadi 30 menit.

Phantom 4 Pro diposisikan sebagai pengisi kekosongan antara Mavic Pro, versi yang lebih murah dan kecil yang dirilis Oktober lalu, dengan varian kakaknya, Phantom 4.

Baca: DJI Rilis Mavic Pro, Drone Lipat Seukuran Telapak Tangan

Lalu, berapa harga Phantom 4 Pro? DJI membanderolnya dengan harga 1.500 dollar AS atau sekitar Rp 20 juta. Untuk pembelian yang di-bundling dengan remote kontrol yang dilengkapi layar, harganya jadi 1.800 dollar AS atau sekitar Rp 24 juta.

DJI Phantom 4 Pro sudah bisa dipesan di situs resmi DJI atau toko-toko besar di Asia. DJI mengatakan akan mulai mengirimkan pemesanan mulai minggu depan.

“Bad” hingga “Panjat Sosial”, Tren Video Sindiran di YouTube

Layar YouTube Tanah Air belakangan ramai dengan video lagu bergenre hiphop. Bermula dari Ganteng-ganteng Swag, kemudian muncul Bad, dan kini Panjat Sosial.

Ketiganya punya beberapa kesamaan, antara lain dibawakan selebritas media sosial, liriknya sarat sindiran, dan mendulang ratusan ribu hingga jutaan views.

Sindiran yang digaungkan tak jauh-jauh dari permasalahan remaja masa kini di era media sosial. Ganteng-ganteng Swag berbicara soal fenomena YouTube yang dinilai lebih bermakna ketimbang televisi.

Bad pun punya sasaran sindiran, yakni para pembenci alias haters di media sosial. Sementara itu, Panjat Sosial mencibir orang-orang yang rajin pamer gaya hidup di internet, lewat Path, Instagram, ataupun Snapchat.

Lebih lengkapnya, berikut ulasan KompasTekno, Rabu (16/11/2016), soal tren saling sindir para selebritas media sosial lewat video lagu bergenre hiphop di YouTube.

Baca: YouTube Beri Piagam Tombol Perak ke Pengguna Indonesia

1. Panjat Sosial
Video Panjat Sosial baru diunggah pada 11 November lalu. Kini, angka views-nya sedang merangkak naik menuju viral. Lirik lagunya menyinggung fenomena “seluruh dunia harus tahu” di media sosial.

Misalnya saat makan di restoran A, beli barang baru, atau ketemu kelompok pertemanan tertentu, beberapa orang seolah-olah wajib mengunggah foto di Instagram atau status di Path. Menurut lagu dalam video tersebut, hal itu menggambarkan sifat sebagian anak muda sekarang yang ingin dianggap gaul dan eksis. Tak jarang, cara-cara yang ditempuh mengarah pada sikap oportunis.

“Hati-hati zaman sekarang, banyak orang berteman punya maksud tujuan, dapetin keuntungan, habis manis lo dibuang,” begitu penggalan lirik lagu dalam video Panjat Sosial.

Menurut pantauan KompasTekno, video tersebut sudah ditonton lebih dari 600.000 kali dengan 4.000-an komentar yang masuk. Sebanyak 17.000-an netizen mengacungkan jempol untuk video itu, dan 5.400-an lainnya memberi jempol bawah yang menandai tak suka.

Baca: Aplikasi YouTube Bakal Bisa Dipakai Siaran Langsung

Beberapa netizen membanding-bandingkan Panjat Sosial dengan Bad yang lebih dulu ada. Ada juga yang menganggap Panjat Sosial adalah sindiran atas Bad.

“Menurut aku sih enakan lagu Bad didenger deh daripada ini, padahal suara Lula udah enak banget, tapi jadi agak aneh lagunya gara-gara Gaga suaranya sumpah nggak enak didengar,” kata salah satu netizen yang memberikan komentar.

“Pengen nyindir sebelah tapi malah kena diri sendiri juga duh,” kata netizen lainnya.

Diketahui, penyanyi dalam lagu di video Panjat Sosial dan Bad punya sejarah drama di ranah maya. Lagu di video Bad dibawakan oleh YouTuber kontroversial Karin Novilda alias Awkarin.

Sementara itu, Panjat Sosial adalah proyek kolaboratif Roy Ricardo, Lula Lahfah, dan Gaga Muhammad. Diketahui, Lula adalah sahabat Awkarin, sedangkan Gaga merupakan mantan pacar yang membuat nama Awkarin melambung berkat sebuah video curhat yang kini sudah dihapus.

Di luar komentar saling sindir itu, lagu pada video Panjat Sosial disebut-sebut mencontek lagu pada video Panda yang dibawakan Desiigner dan lagu “Don’t Mind” dari Kent Jones.

Ini Negara dengan Jumlah Pengguna WhatsApp Terbanyak di Dunia

India boleh jadi negara yang cukup penting bagi layanan pesan instan WhatsApp. Lantaran, jumlah pengguna aktif bulanan terbesar WhatsApp ternyata berasal dari negara tersebut.

WhatsApp memang baru membagikan informasi seputar jumlah pengguna aktif bulanan. Dari informasi itu, diketahui bahwa India menjadi basis terbesar dengan jumlah pengguna aktif bulanan yang mencapai 160 juta orang.

Angka tersebut, seperti dikutip KompasTekno dari Mashable, Kamis (17/11/2016), mendekati jumlah pengguna aktif bulanan Facebook di India, yang angkanya mencapai 155 juta orang per bulan.

Baca: Begini Cara Pakai Video Call di WhatsApp

Layaknya Indonesia, India, yang merupakan negara berkembang dengan populasi 1,3 miliar (terbesar kedua di dunia), menggunakan WhatsApp sebagai sarana komunikasi praktis pengganti SMS.

Pasalnya, baik di India maupun di Indonesia, operator seluler masih mengenakan tarif untuk berkirim SMS. Tak seperti di negara maju dan berkembang yang kini mulai menggratiskan SMS.

Saat WhatsApp pertama kali dikenalkan, mayoritas pengguna ponsel masih mengandalkan SMS untuk berkirim pesan teks. WhatsApp yang menggunakan layanan data untuk berkirim pesan menjadi tren baru seiring era smartphone menggantikan feature phone.

Sayangnya, selama ini WhatsApp belum mengungkap data berapa pengguna aktif bulanannya di Indonesia yang berpopulasi 250 juta orang.

Di tingkat global sendiri, pada awal 2016 lalu pendiri WhatsApp Jan Koum mengumumkan bahwa jumlah pengguna aktif bulanannya telah menyentuh angka 1 miliar pengguna. Itu artinya, satu dari tujuh orang di dunia menggunakan layanan tersebut.

Baca: 1 Miliar Pengguna WhatsApp Cuma Diurus 57 Engineer, Kok Bisa?

Jumlah pengguna aktif WhatsApp ini meningkat sebanyak 100 juta orang hanya dalam kurun waktu kurang dari lima bulan. Pada September 2015, WhatsApp mengumumkan telah mempunyai 900 juta pengguna aktif.

Saat ini ada 42 miliar pesan dan 1,6 miliar foto yang dikirimkan melalui WhatsApp setiap harinya.

Adapun jumlah grup yang ada di WhatsApp saat ini telah menyentuh angka 1 miliar. Jumlah video yang dibagikan di layanan pesan singkat itu dikatakannya telah mencapai angka 250 juta setiap harinya.